Sumsel Today
Advertisement
  • Home
  • Berita
    Klasemen Sementara Kontingen Banyuasin Kantongi 96 Medali‎

    Klasemen Sementara Kontingen Banyuasin Kantongi 96 Medali‎

    Pastikan Peningkatan Jalan Lancar, Bupati Banyuasin Tinjau Jalan Rambutan Mendal Mendil

    Pastikan Peningkatan Jalan Lancar, Bupati Banyuasin Tinjau Jalan Rambutan Mendal Mendil

    Bupati Banyuasin Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

    Bupati Banyuasin Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

    Giliran Cabor Menembak dan Memanah Sumbang Medali Untuk Banyuasin‎

    Giliran Cabor Menembak dan Memanah Sumbang Medali Untuk Banyuasin‎

    Wabup Banyuasin Terima Audiensi YJI Edukasi Kesehatan Jantung

    Wabup Banyuasin Terima Audiensi YJI Edukasi Kesehatan Jantung

    Bupati Banyuasin: Panen Padi Perdana, Desa Pulau Parang Miliki Banyak Potensi Selain Padi

    Bupati Banyuasin: Panen Padi Perdana, Desa Pulau Parang Miliki Banyak Potensi Selain Padi

    Peringati Hari Santri Nasional, Wabup Netta AjakPara Santri Jaga Kemerdekaan, Persatuan Dan Kesatuan Negara

    Peringati Hari Santri Nasional, Wabup Netta AjakPara Santri Jaga Kemerdekaan, Persatuan Dan Kesatuan Negara

    5 Besar Inovasi Sedulang Sekanti Penanggulangan Kemiskinan! Bupati Banyuasin Paparkan Hal ini

    5 Besar Inovasi Sedulang Sekanti Penanggulangan Kemiskinan! Bupati Banyuasin Paparkan Hal ini

    Pemkab Banyuasin Terima Kunjungan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Sumsel

    Pemkab Banyuasin Terima Kunjungan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Sumsel

    Trending Tags

    • Kabupaten Banyuasin
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Suara Desa
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    Klasemen Sementara Kontingen Banyuasin Kantongi 96 Medali‎

    Klasemen Sementara Kontingen Banyuasin Kantongi 96 Medali‎

    Pastikan Peningkatan Jalan Lancar, Bupati Banyuasin Tinjau Jalan Rambutan Mendal Mendil

    Pastikan Peningkatan Jalan Lancar, Bupati Banyuasin Tinjau Jalan Rambutan Mendal Mendil

    Bupati Banyuasin Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

    Bupati Banyuasin Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

    Giliran Cabor Menembak dan Memanah Sumbang Medali Untuk Banyuasin‎

    Giliran Cabor Menembak dan Memanah Sumbang Medali Untuk Banyuasin‎

    Wabup Banyuasin Terima Audiensi YJI Edukasi Kesehatan Jantung

    Wabup Banyuasin Terima Audiensi YJI Edukasi Kesehatan Jantung

    Bupati Banyuasin: Panen Padi Perdana, Desa Pulau Parang Miliki Banyak Potensi Selain Padi

    Bupati Banyuasin: Panen Padi Perdana, Desa Pulau Parang Miliki Banyak Potensi Selain Padi

    Peringati Hari Santri Nasional, Wabup Netta AjakPara Santri Jaga Kemerdekaan, Persatuan Dan Kesatuan Negara

    Peringati Hari Santri Nasional, Wabup Netta AjakPara Santri Jaga Kemerdekaan, Persatuan Dan Kesatuan Negara

    5 Besar Inovasi Sedulang Sekanti Penanggulangan Kemiskinan! Bupati Banyuasin Paparkan Hal ini

    5 Besar Inovasi Sedulang Sekanti Penanggulangan Kemiskinan! Bupati Banyuasin Paparkan Hal ini

    Pemkab Banyuasin Terima Kunjungan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Sumsel

    Pemkab Banyuasin Terima Kunjungan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Sumsel

    Trending Tags

    • Kabupaten Banyuasin
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Suara Desa
No Result
View All Result
Sumsel Today
  • Berita
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Opini

Home Entertainment

OPERA BUTTENWOOD

Redaksi BanyuasinolehRedaksi Banyuasin
in Entertainment
4 tahun yang lalu
OPERA BUTTENWOOD

(kepada para Pekerja di seluruh dunia)

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Empat abad lalu, di trotoar ini selalu teduh oleh rindang pohon Buttonwood. Tempat nenek moyangmu hai pemburu riba bertarung mengadu harga, apapun tak terkecuali budak-budak Afrika tak berlidah yang turun dari kapal beserta rantai di kedua tangan dan kakinya

empat abad lalu, di trotoar ini selalu riuh oleh transaksi, buttonwood adalah napas peradaban baru yang bebas dari kejaran upeti tuan-tuan tanah bangsawan dan raja-raja

empat abad lalu, di bawah pohon buttonwood itu nenek moyangmu hai pemburu riba bergerak tanpa letih wujudkan mimpi lama,
sejatinya manusia dilahirkan sebagai individu bebas dan setara

tentunya, kebebasan itu hanya bagi nenek moyangmu bukan bagi budak-budak afrika yang didagangkan di bawah pohon buttonwood, sebelum dikirim ke ladang-ladang gandum jagung kapas pun tembakau Virginia atau gugusan tambang, hamparan ternak yang berserak di sekujur benua baru tempat nenek moyangmu berjuang membangun impian

pun akhirnya, buttonwood tumbang menyusul ambruknya tembok pinggiran Manhattan antara Broadway dan East River, pun akhirnya, nenek moyangmu hai pemburu riba membangun benteng pertahanannya sendiri lebih kokoh dari pohon buttonwood yang riskan oleh cuaca buruk dan siklus empat musim

tak jauh dari tempat itu. Di tepi jalan bekas benteng berdiri kokoh sebuah gedung
tempat pedagang dan makelar bersekutu membangun peradaban baru tak pernah lelah
menemukan cara baru merampas nilai lebih keringat pekerja

tak jauh dari buttonwood itu kertas-kertas bertebaran tawarkan nilai lebih ke investor:
tanah-tanah pertanian; usaha pertambangan
sumursumur minyak yang mangkrak kehabisan modal. “Take,” ujar nenek moyangmu bersahutan dengan kepala bergambar mesin-mesin fosil suatu saat pasti, mengusir jutaan kuda dari jalanan penghubung pesisir timur ke pesisir barat

tak tertulis dengan pasti, kapan buttonwood mati. Namun ruhnya terus menggerayang di kepala para emiten di gedung kokoh itu
berlambang Bufallo kekar tempat pasar berjalan sempurna tanpa kendali tuan tanah dan raja-raja

setelah dua abad berlalu, kami, kaum pekerja sadar di tempat sekitar buttonwood itu, sejatinya hanya tempat bertarungnya para penjudi, diam-diam menggarong laba keringat pekerja dengan secarik kertas saham yang sesungguhnya menggerus upah kami

sesungguhnya pula, wall street tak jauh beda dari buttonwood yang dikendalikan para penipu
membangun tungku-tungku peradaban baru
tempat menggoreng keringat buruh terkapar miskin berabad-abad. Katamu takdir orang upahan

sesungguhnya pula, hai pemburu riba di wall street itu, nenek moyangmu berkongsi membangun kumpulan makelar dengan label fund manager memangsa pabrik-pabrik dengan nilai lebih palsu bersandarkan supply and demand secarik kertas dan bukan barang atau jasa yang selama tiga abad memberi kami sumber penghidupan

setelah lebih dari empat abad lamanya, nenek moyangmu wahai para pemburu riba menggarong nilai lebih keringat pekerja di wajan-wajan penggorengan wall street yang tak pernah lengang membentang perjudian, pertaruhkan nasib buruh bukan saja di benua para pemburu riba melainkan juga lewat para penjajah ke sekujur dunia yang tak pernah lelah
kalian jarah

Sejak dua dekade terakhir – terlebih setelah Covid menggigit para-paru manusia di dunia
segala platform dan skema yang kalian tawarkan berubah bencana. Kini dunia lesu,
stress menggema. “Krisis,” katamu

toh begitu, nilai lebih palsu yang terkumpul sejak penggarongan oleh nenek moyangmu wahai pemburu riba telah menggenangi tuxedomu dengan keringat yang mengalir dari lantai-lantai dansa, fitness room, selazar dugem, ruang-ruang private striptease atau berselingkuh di ranjang empuk apartemen
sehingga dunia berganti kelamin tak jelas lagi antara siang dan malam

sedangkan kami yang kalian peras siang dan malam untuk melayani standar hidupmu
seperti sapi-sapi yang kalian ternakkan bersama cowboy tentara , mengawasi kegigihan kami bekerja – menghasilkan
rupa-rupa barang dan jasa yang tak pernah mampu kami miliki dengan sepenuh jiwa

kami hanyalah pekerja yang terus bergegas
bekerja untuk membayar beragam tagihan
berjatuhan jatuh ke jurang kemiskinan
terlebih setelah corona yang menakutkan
membuat kami merana

nilai lebih palsu itu, seketika membuatmu kaya
tapi di saat yang sama kami tetap miskin
sebab uang yang kau tanam tidak lagi membutuhkan cucuran keringat pekerja

di tempat – tak jauh dari Buttonwood itu
telah membangkrutkanmu, sebab nilai lebih palsu ibarat pohonan tak punya akar, tumbang
seperti Buttonwood empat abad yang lalu

setelah empat abad lamanya kau rampas nilai lebih dari keringat kami. Kami yang terancam kelaparan haruskah berdoa untuk kebangkitanmu, membiarkanmu kembali menggarong riba ke tungku-tungku yang lebih tamak memangsa anak-anak sapi di kandang peradaban

hai kaum pekerja
dunia memang telah berganti rupa
tapi belum tentu untuk kemenangan kita

Marlin Dinamikanto Bogor, 1 Mei 2021

ShareTweetSend

Related Posts

HEBOH..!! Rilis Lagu Perdana Memutar Waktu, Indry Saben Dibanjiri Ucapan Selamat

HEBOH..!! Rilis Lagu Perdana Memutar Waktu, Indry Saben Dibanjiri Ucapan Selamat

18 Januari 2023
Memperingati 3 Mei, Hari Kebebasan Pers Sedunia

Memperingati 3 Mei, Hari Kebebasan Pers Sedunia

3 Mei 2022
TAHLIL CINTA By Marlin Dinamikanto

TAHLIL CINTA By Marlin Dinamikanto

28 Februari 2022
Syair Kaji Diri Bersatu Dalam Merah Putih

Syair Kaji Diri Bersatu Dalam Merah Putih

21 Februari 2022

PopularMinggu Ini

No Content Available

Discussion about this post

Next Post
Patriot Nusantara Bersatu DPP SUMUT Gelar Rapat Konsolidasi Pembentukan Pengurus

Patriot Nusantara Bersatu DPP SUMUT Gelar Rapat Konsolidasi Pembentukan Pengurus

Copyright @ 2022 sumsel.today - All Right Reserved

Kategori

  • Berita
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Suara Desa

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Jaringan Media

  • Sriwijayatimes.id
  • Citranusamedia.com
  • Kabarsumatera.co.id
  • Wartarepublika.com
  • Lenterainfo.com
  • Proletarmedia.com
  • Wartaterkini.news
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
  • Suara Desa

© 2021 BANYUASIN.SUMSEL.TODAY | Sriwijayatimes.id Media Network